Mari Kita Jadikan Pekerjaan Dunia Kita Sebagai Ibadah
Perkataan adalah sebuah do'a, maka mari mulai sesuatu dengan berdo'a.
Sesungguhnya kehidupan di dunia ini sudah di peruntukan buat akhirat, hanya orang-orang tertentulah yang menjadikan kehidupan dunia hanya untuk dunia, dengan bekerja terus menerus, menumpuk harta menghabiskan waktu untuk kelanjutan periode berikutnya. Bukan berarti tidak perlu bekerja keras, bekerja keras penting, mencari nafkah harus, bertanggung jawab dengan keluarga adalah suatu kewajiban, namun bukan mesti meninggalkan akhirat. Kehidupan akhirat itu penting, lebih penting dari kehidupan dunia, kenapa begitu...? Alasan pertama, karena dunia Allah ciptakan untuk manusia, artinya dunia harus menjadi budak manusia, bukan manusia yang di budak dunia, bekerja tanpa batas waktu, tanpa tahu hukumnnya.
Alasan kedua, kehidupan dunia hanya sementara sedangkan kehidupan akhirat adalah kekal dam abadi.
Harus kita jadikan kehidupan di dunia seiring dengan kehidupan akhirat (bukan seimbang), dan kita jadikan dunia untuk menghatarkan kita menuju kebaikan akhirat. Bagaimana menjadikan kehidupan dunia yang penuh dengan nafsu dan ambisi ini mengantarkan kita kedalam kehidupan akhirat yang bahagia, ini caranya.
1. Menentukan suatu pekerjaan yang
Yang boleh dalam Islam
Ada suatu pekerjaan yang sudah jelas larangannya dari Allah dan Rasulullah maka kita sebagai orang muslim tidak boleh mencari nafkah di situ, sesuatu pekerjaan yang menimbulkan kemudaratan pada orang lain seperti bekerja di tempat penjualan minuman keras (alkohol), atau di tempat pasar riba, maka Allah tidak memberikan kepastian keamanan kita di akhirat dari azabnya, karena Allah telah memberi peringatan melewati Rasulullah.
لَعَنَ اللَّهُ الْخَمْرَ وَلَعَنَ شَارِبَهَا وَسَاقِيَهَا وَعَاصِرَهَا وَمُعْتَصِرَهَا وَبَائِعَهَا وَمُبْتَاعَهَا وَحَامِلَهَا وَالْمَحْمُولَةَ إِلَيْهِ وَآكِلَ ثَمَنِهَا
"Allah telah melaknat khamar dan melaknat peminumnya, orang yang menuangkannya, pemerasnya, yang minta diperaskan, penjualnya, pembelinya, pembawanya, yang dibawakan kepadanya, dan pemakan hasilnya." (HR. Ahmad dan Abu Dawud, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Abi Dawud)
Al-Tirmidzi meriwayat dalam Sunannya (1295), dari hadits Anas bin Malik Radhiyallahu 'Anhu, beliau berkata:
لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْخَمْرِ عَشْرَةً عَاصِرَهَا وَمُعْتَصِرَهَا وَشَارِبَهَا وَحَامِلَهَا وَالْمَحْمُولَةُ إِلَيْهِ وَسَاقِيَهَا وَبَائِعَهَا وَآكِلَ ثَمَنِهَا وَالْمُشْتَرِي لَهَا وَالْمُشْتَرَاةُ لَهُ
"Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam melaknat sepuluh orang dalam urusan khamer (minuman memabukkan): orang yang memerasnya, meminta diperaskan, yang meminumnya, yang membawakannya, yang minta dibawakan, yang menuangkannya, penjualnya, pemakan hasilnya, pembelinya, dan yang minta dibelikan."
sabda Rasulullah.
لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ آكِلَ الرِّبَا وَمُؤَكِّلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ
“Rasulullah telah melaknat pemakan riba, orang yang memberi makan dengan (hasil) riba, pencatatnya serta kedua saksinya dan pencatatnya”.(HR.Muslim)
Tapi masalah bank kategorinya para ulama ada beda pendapat (khususnya konvensional).
2. Apa pun yang kita lakukan di dunia
jadikanlah itu suatu ibadah.
Memulai sesuatu dengan niat, bahwa kita bekerja hari ini untuk beribadah, mengharapkan rezki dari Allah untuk menafkahi keluarga. Maka Allah pasti akan turunkan rezki kepada kita, tanpa di ketahui dari pintu mana rezki tersebut datang. Bila niat ikhlas tanpa ada campuran dengan keinginan kotor untuk korupsi atau sejenis dosa lainnya maka Allah akan penuhi setiap keringat yang menetes adalah pahala, setiap kesulitan dalam pekerjaan adalah pahala, setiap hasil yang di hasilkan adalah keberkahan. Dengan niat karena Allah untuk beribadah dengan cara bekerja memenuhi nafkah buat keluarga maka kita akan mendapatka 2 keutungan, keuntungan beribadah yang sudah jelas upah nya Allah yang langsung kasih, dan keutungan materi dari hasil kerja kita akan mendapatkan upah.
3. Ingatlah sesibuk apapun luangkan waktu shalat
Jangan pekerjaan yang menjadikan kita lalai, sehingga menunda waktu untuk shalat, ketika azan berkumandang di masjid, tinggalkanlan semua aktifitas, minta izinlah sama atasan atau menutup sebentar tokonya. Sesungguhnya shalat bersama dengan imam di rumah Allah itu lebih besar manfaatnya.
Al-qura'an.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّهِ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi. [Al Munafiqun:9].
4. Menjaga seluruh anggota
Tubuh dari hal-hal merusak Niat.
Menjaga pandangan dari segala yang merusak niat ibadah, menjaga tangan dari mengambil, memegang, menyentuh yang bukan hak dan ketentuan miliknya. Jika kita dapat menjaga seluruh organ tubuh dari hal yang bisa merusak niat ibadah dalam lingkungan kerja maka seluruh keberkahan akan Allah curahkan.
Ini poin-poin utama dalam menjadikan pekerjaan bernilai suatu ibadah, dimanapun sektor pekerjaan kita, bila kita sudah menjadikannya suatu ibadah maka sangat besar keuntungan yang Allah berikan, Allah akan menjaga keluarga kita dari keburukan, karena keluarga kita menerima nafkah dari rezeki yang berkah, tidak ada anak yang melawan sama orang tua, tidak ada suatu musibah yang datang kecuali itu adalah ujian dari Allah, selama pekerjaan itu adalah halal dalam padangan Allah dan Rasul-Nya.
Semoga bermanfaat.
Selasa, 15 November 2016
Selasa, 08 November 2016
Lebih di Utamakan Akhirat
MAKNA DO’A SAPUJAGAD
Lafadz Doa Sapu Jagat Arab, Latin dan Artinya
رَبَّنَا أَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
RABBANAA AATINAA FIDDUN YAA HASANAH, WA FIL AAKHIRATI HASANAH, WAQINAA ‘ADZAA BAN NAAR.
Artinya :
Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka.
Kebaikan hidup didunia : atau sering juga di artikan "kebahagiaan"hidup di dunia maksudnya adalah kebahagiaan atau kebaikan dalam beribadah di dunia, kenapa dimaksudkan seperti itu, karena sifat manusia yang serakah dan bernafsu, maka tidak akan pernah seseorang mendapatkan kebaikan dalam kehidupan dunia selama mereka memiliki nafsu dunia, contoh seseorang yang di nilai oleh orang lain sudah memiliki kecukupan dalam kehidupannya, namun bagi dirinya dia masih belum cukup, tetap saja kurang, itulah manusia tidak pernah merasa cukup. Jika sudah seperti itu maka mereka tidak akan pernah mendapatkan kebaikan.
Kebaikan akhirat itulah yang hakiki karena nafsu manusia di akhirat akan hanya tinggal nafsu hasanah ytu nafsu kebaikan.
Kesimpulan:
Kebaikan hidup di dunia dimaksudkan adalah diberikan Allah kesempatan dalam beribadah dgn penuh ke ikhlasan, kebahagiaan kebaikan dunia untuk mencapai kebahagiaan akhirat.
Akhirat Tidak Sebanding Dengan Dunia
DUNIA TIDAK BISA SEBANDINGKAN DENGAN AKHIRAT
Dunia harus sebanding dengan akhirat itu yang sering terucap dari mulut sebagian orang, pada hal tidak demikian, akhirat itu lebih utama, dan dunia inilah senda gurau, semua yang kita lakukan di dunia bila diniatkan untuk ibadah maka manfaatnya untuk akhirat, konsepnya adalah syukur yaitu apa yang kita lakukan yang bermanfaat dengan kebaikan di dunia nilainya adalah akhirat.
Firman Allah Surah Al An’aam ayah 32.
وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُالْآَخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (QS Al-An’aam ayat 32)
Qs Al Ankabut 64
وَمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ وَإِنَّ الدَّارَ الْآَخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui” (QS Al-Ankabut 64)
Qs Al-Qashshash 77
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الآخِرَةَ وَلا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi.” (QS Al-Qashshash 77)
Qs An najm 29-30
فَأَعْرِضْ عَنْ مَنْ تَوَلَّى عَنْ ذِكْرِنَا وَلَمْ يُرِدْ
إِلَّا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا ذَلِكَ مَبْلَغُهُمْ مِنَ الْعِلْمِ
“Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari orang yang berpaling dari peringatan Kami, dan hanya menginginkan kehidupan duniawi. Itulah batas pengetahuan mereka.” (QS An-Najm ayat 29-30
Bila kita hayati sistem matematika dalam perbandingan dunia, maka kita akan menyadarinya, mari berhitung.
Firman Allah Al-Hajj ayah 47.
وَإِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ
“Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS. Al Hajj: 47).
Sabda Nabi Saw.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَدْخُلُ فُقَرَاءُ الْمُؤْمِنِينَ الْجَنَّةَ قَبْلَ الأَغْنِيَاءِ بِنِصْفِ يَوْمٍ خَمْسِمِائَةِ عَامٍ
“Orang beriman yang miskin akan masuk surga sebelum orang-orang kaya yaitu lebih dulu setengah hari yang sama dengan 500 tahun.” (HR. Ibnu Majah no. 4122 dan Tirmidzi no. 2353
Satu hari di akhirat = 1000 tahun di dunia (satu hari dunia = 24 jam)
12 jam di akhirat = 500 tahun di dunia
6 jam di akhirat = 250 tahun di dunia
3 jam di akhirat = 125 tahun di dunia
1.5 jam di akhirat = 62.5 tahun di dunia
Jadi kalau manusia di masa sekarang ini berumur rata-rata 60- 70 tahun, berarti manusia hanya hidup sebentar saja di dunia, hanya 1.5 jam saja, bagai mana bisa dikatakan hidup di dunia itu harus sebanding dgn akhirat.
Bukanlah berarti kita harus beribadah selalu, berusaha untuk kehidupan di dunia hukumnya juga harus, tetapi semua yang kita lakukan di dunia harus lah berupa kebaikan contoh, mencari nafkah buat keluarga, maka carilah dengan kebaikan maka nilainya untuk akhirat. Boleh kita mencari atau mengumpulkan harta tetapi keluarkan zakat, santuni anak yatim, bantulah sesama yang membutuhkan.
Inilah yang harus kita pahami, berusaha di dunia tapi hasilnya untuk akhirat, kebaikan hidup didunia : atau sering juga di artikan "kebahagiaan"hidup di dunia maksudnya adalah kebahagiaan atau kebaikan dalam beribadah di dunia, kenapa dimaksudkan seperti itu, karena sifat manusia yang serakah dan bernafsu, maka tidak akan pernah seseorang mendapatkan kebaikan dalam kehidupan dunia selama mereka memiliki nafsu dunia, contoh seseorang yang di nilai oleh orang lain sudah memiliki kecukupan dalam kehidupannya, namun bagi dirinya dia masih belum cukup, tetap saja kurang, itulah manusia tidak pernah merasa cukup. Jika sudah seperti itu maka mereka tidak akan pernah mendapatkan kebaikan, mereka tidak mengutamakan akhirat, tapi lebih utama ke dunia yang sementara.
Semoga bermanfaat.
Dunia harus sebanding dengan akhirat itu yang sering terucap dari mulut sebagian orang, pada hal tidak demikian, akhirat itu lebih utama, dan dunia inilah senda gurau, semua yang kita lakukan di dunia bila diniatkan untuk ibadah maka manfaatnya untuk akhirat, konsepnya adalah syukur yaitu apa yang kita lakukan yang bermanfaat dengan kebaikan di dunia nilainya adalah akhirat.
Firman Allah Surah Al An’aam ayah 32.
وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُالْآَخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (QS Al-An’aam ayat 32)
Qs Al Ankabut 64
وَمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ وَإِنَّ الدَّارَ الْآَخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui” (QS Al-Ankabut 64)
Qs Al-Qashshash 77
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الآخِرَةَ وَلا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi.” (QS Al-Qashshash 77)
Qs An najm 29-30
فَأَعْرِضْ عَنْ مَنْ تَوَلَّى عَنْ ذِكْرِنَا وَلَمْ يُرِدْ
إِلَّا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا ذَلِكَ مَبْلَغُهُمْ مِنَ الْعِلْمِ
“Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari orang yang berpaling dari peringatan Kami, dan hanya menginginkan kehidupan duniawi. Itulah batas pengetahuan mereka.” (QS An-Najm ayat 29-30
Bila kita hayati sistem matematika dalam perbandingan dunia, maka kita akan menyadarinya, mari berhitung.
Firman Allah Al-Hajj ayah 47.
وَإِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ
“Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS. Al Hajj: 47).
Sabda Nabi Saw.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَدْخُلُ فُقَرَاءُ الْمُؤْمِنِينَ الْجَنَّةَ قَبْلَ الأَغْنِيَاءِ بِنِصْفِ يَوْمٍ خَمْسِمِائَةِ عَامٍ
“Orang beriman yang miskin akan masuk surga sebelum orang-orang kaya yaitu lebih dulu setengah hari yang sama dengan 500 tahun.” (HR. Ibnu Majah no. 4122 dan Tirmidzi no. 2353
Satu hari di akhirat = 1000 tahun di dunia (satu hari dunia = 24 jam)
12 jam di akhirat = 500 tahun di dunia
6 jam di akhirat = 250 tahun di dunia
3 jam di akhirat = 125 tahun di dunia
1.5 jam di akhirat = 62.5 tahun di dunia
Jadi kalau manusia di masa sekarang ini berumur rata-rata 60- 70 tahun, berarti manusia hanya hidup sebentar saja di dunia, hanya 1.5 jam saja, bagai mana bisa dikatakan hidup di dunia itu harus sebanding dgn akhirat.
Bukanlah berarti kita harus beribadah selalu, berusaha untuk kehidupan di dunia hukumnya juga harus, tetapi semua yang kita lakukan di dunia harus lah berupa kebaikan contoh, mencari nafkah buat keluarga, maka carilah dengan kebaikan maka nilainya untuk akhirat. Boleh kita mencari atau mengumpulkan harta tetapi keluarkan zakat, santuni anak yatim, bantulah sesama yang membutuhkan.
Inilah yang harus kita pahami, berusaha di dunia tapi hasilnya untuk akhirat, kebaikan hidup didunia : atau sering juga di artikan "kebahagiaan"hidup di dunia maksudnya adalah kebahagiaan atau kebaikan dalam beribadah di dunia, kenapa dimaksudkan seperti itu, karena sifat manusia yang serakah dan bernafsu, maka tidak akan pernah seseorang mendapatkan kebaikan dalam kehidupan dunia selama mereka memiliki nafsu dunia, contoh seseorang yang di nilai oleh orang lain sudah memiliki kecukupan dalam kehidupannya, namun bagi dirinya dia masih belum cukup, tetap saja kurang, itulah manusia tidak pernah merasa cukup. Jika sudah seperti itu maka mereka tidak akan pernah mendapatkan kebaikan, mereka tidak mengutamakan akhirat, tapi lebih utama ke dunia yang sementara.
Semoga bermanfaat.
Langganan:
Postingan (Atom)