Dunia harus sebanding dengan akhirat itu yang sering terucap dari mulut sebagian orang, pada hal tidak demikian, akhirat itu lebih utama, dan dunia inilah senda gurau, semua yang kita lakukan di dunia bila diniatkan untuk ibadah maka manfaatnya untuk akhirat, konsepnya adalah syukur yaitu apa yang kita lakukan yang bermanfaat dengan kebaikan di dunia nilainya adalah akhirat.
Firman Allah Surah Al An’aam ayah 32.
وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُالْآَخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (QS Al-An’aam ayat 32)
Qs Al Ankabut 64
وَمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ وَإِنَّ الدَّارَ الْآَخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui” (QS Al-Ankabut 64)
Qs Al-Qashshash 77
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الآخِرَةَ وَلا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi.” (QS Al-Qashshash 77)
Qs An najm 29-30
فَأَعْرِضْ عَنْ مَنْ تَوَلَّى عَنْ ذِكْرِنَا وَلَمْ يُرِدْ
إِلَّا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا ذَلِكَ مَبْلَغُهُمْ مِنَ الْعِلْمِ
“Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari orang yang berpaling dari peringatan Kami, dan hanya menginginkan kehidupan duniawi. Itulah batas pengetahuan mereka.” (QS An-Najm ayat 29-30
Bila kita hayati sistem matematika dalam perbandingan dunia, maka kita akan menyadarinya, mari berhitung.
Firman Allah Al-Hajj ayah 47.
وَإِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ
“Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS. Al Hajj: 47).
Sabda Nabi Saw.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَدْخُلُ فُقَرَاءُ الْمُؤْمِنِينَ الْجَنَّةَ قَبْلَ الأَغْنِيَاءِ بِنِصْفِ يَوْمٍ خَمْسِمِائَةِ عَامٍ
“Orang beriman yang miskin akan masuk surga sebelum orang-orang kaya yaitu lebih dulu setengah hari yang sama dengan 500 tahun.” (HR. Ibnu Majah no. 4122 dan Tirmidzi no. 2353
Satu hari di akhirat = 1000 tahun di dunia (satu hari dunia = 24 jam)
12 jam di akhirat = 500 tahun di dunia
6 jam di akhirat = 250 tahun di dunia
3 jam di akhirat = 125 tahun di dunia
1.5 jam di akhirat = 62.5 tahun di dunia
Jadi kalau manusia di masa sekarang ini berumur rata-rata 60- 70 tahun, berarti manusia hanya hidup sebentar saja di dunia, hanya 1.5 jam saja, bagai mana bisa dikatakan hidup di dunia itu harus sebanding dgn akhirat.
Bukanlah berarti kita harus beribadah selalu, berusaha untuk kehidupan di dunia hukumnya juga harus, tetapi semua yang kita lakukan di dunia harus lah berupa kebaikan contoh, mencari nafkah buat keluarga, maka carilah dengan kebaikan maka nilainya untuk akhirat. Boleh kita mencari atau mengumpulkan harta tetapi keluarkan zakat, santuni anak yatim, bantulah sesama yang membutuhkan.
Inilah yang harus kita pahami, berusaha di dunia tapi hasilnya untuk akhirat, kebaikan hidup didunia : atau sering juga di artikan "kebahagiaan"hidup di dunia maksudnya adalah kebahagiaan atau kebaikan dalam beribadah di dunia, kenapa dimaksudkan seperti itu, karena sifat manusia yang serakah dan bernafsu, maka tidak akan pernah seseorang mendapatkan kebaikan dalam kehidupan dunia selama mereka memiliki nafsu dunia, contoh seseorang yang di nilai oleh orang lain sudah memiliki kecukupan dalam kehidupannya, namun bagi dirinya dia masih belum cukup, tetap saja kurang, itulah manusia tidak pernah merasa cukup. Jika sudah seperti itu maka mereka tidak akan pernah mendapatkan kebaikan, mereka tidak mengutamakan akhirat, tapi lebih utama ke dunia yang sementara.
Semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar